Pola Interaksi di Kelas Dalam Sebuah Pendidikan - Goresan KENANGA

creation without limits

Hot

Rabu, 08 Juni 2011

Pola Interaksi di Kelas Dalam Sebuah Pendidikan


Hidup  bersama  antara  manusia  berlangsung  dalam  berbagai bentuk perhubungan dan berbagai jenis situasi. Tanpa adanya sebuah proses  interaksi  di  dalam  hidup  itu  tidaklah  mungkin  bagi  manusia  untuk hidup  bersama.  Proses  interaksi  itu  dimungkinkan  oleh  kenyataan,  bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki sifat sosial yang besar. Setiap proses interaksi  tersebut  terjadi  dalam  ikatan  suatu  situasi  yang  nyata 
. Di antara berbagai jenis situasi  itu,   terdapat   satu  jenis  situasi  khusus  yakni  situasi kependidikan. Pendidikan merupakan sebagian dari fenomena interaksi kehidupan manusia.  Pada  hakekatnya  pendidikan  itu  terdiri  dari  aksi  dan  reaksi atau timbal balik  yang   tak   terbilang   banyaknya,   baik   antara   perorangan   maupun   antara kelompok. Oleh karenanya pendidikan merupakan bagian dari interaksi baik di kelas atau didalam lingkungan tertentu. Beberapa orang guru menyadari betapa pentingnya menciptakan interaksi yang baik dan efektif dengan para muridnya dikelas dalam mencapai tujuan pendidikan.
Interaksi merupakan hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar, dengan adanya komunikasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Timbulnya interaksi dalam proses pembelajaran ditentukan oleh faktor-faktor (1) guru (2) siswa (3) tujuan pembelajaran (4) materi/isi pelajaran (5) metode penyajian (6) media yang digunakan dan (7) situasi dan kondisi kelas (8) sistem evaluasi. Dalam hal ini interksi terjadi dikelas yang merupakan suatu masyarakat kecil yang merupakan merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai suatu kesatuan diorganisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai tujuan. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian interaksi di kelas dalam pendidikan adalah hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan murid dalam suatu tempat belajar mengajar untuk menuju kepada terbentuknya kepribadian
Pada dasarnya, pendidikan berintikan interaksi antara guru dan siswa Tanpa ada faktor guru dan peserta didik dengan berbagai potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki, tidak mungkin proses interaksi belajar mengajar di kelas atau di tempat lain dapat berlangsung dengan baik. Guru merupakan komponen utama dalam pendidikan karena tanpa guru pendidikan mustahil berlangsung. Ada beberapa pola interaksi yang harus diterapkan guru di kelas yaitu pola keikhlasan, pola kekeluargaan, pola kesederajatan, pola uswah al-hasanah dan pola kebebasan.  Pola komunikasi guru dan siswa dalam interaksi dikelas dalam pendidikan terbagi menjadi dua yaitu pola komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah dalam pendidikan dan komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi banyak arah dalam interaksi pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar